Wednesday, November 26, 2014

Topeng Mazhab Syafi'i

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bolehkah kita ambil ilmu agama dari ostad mahZab Sufi yang muka tembok mengaku mazHab Syafi'i sebagai topeng untuk mempromosi kesesatan dan kesyirikan Qasidah Burdah ?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related Topic =

Siapakah Al-Bushiri?
Dia bernama Muhammad bin Sa’id bin Hammad bin Muhsin bin Abdillah ash-Shanhaji al-Bushiri, nisbah kepada kotanya Abu Shir di Mesir, tetapi asalnya dari Maghrib.
Dia lahir pada tahun 608 H, dia termasuk ahli di bidang syair tetapi sayangnya dia sangat miskin ilmu, buktinya dia menasabkan diri dan menjadi pembela salah satu tarikat Sufi yang sesat, yaitu tarikat Syadziliyah[1].
Dia wafat pada tahun 695 H.

[ Lihat Fawat Al-Wafayat 3/362 al-Kutbi, Al-A’lam 6/139 az-Zirakli, Mu’jam Muallifin 10/26 Kahhalah, Syadzarat Dzahab 5/432 ] = http://binsajen.blogspot.sg/2014/11/qasidah-burdah.html?m=1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kesyirikan Qasidah Burdah.
Tidak ada pahala dalam membaca kitab Burdah, bahkan sebagian baitnya mengandung Syirik terbesar, seperti:
"Wahai makhluk yang termulia, tiada tempat bagiku untuk berlindung selain dirimu ketika terjadi bencana yang menimpa seluruh makhluk."
[ Fatwa Lajnah Daimah no:5782 berkenaan Qasidah Burdah. ]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related Topic = Kezaliman Bertopeng :

Berbanding kezaliman teroris yang bertopengkan agama Islam, bagaimana pula dengan kezaliman ajaran mahZab Sufi yang  :
bertopengkan mazHab Syafi'i,
menghina ulama mu'tabar dari negara Saudi,
menyibarkan ajaran khurafat, sesat dan palsu,
menjadikan ramai orang Islam jadi bebal tahap kronik,
menggadaikan akidah Tauhid kepada akidah Syirik.??

Kezaliman Bertopenghttp://binsajen.blogspot.sg/2014/11/kezaliman-bertopeng.html?m=1  
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apakah ustaz anda termasuk golongan muka tembok yang mengaku Mazhab Syafi'i tapi Akidah Asy'ari ??

Kenapa tidak Akidah Syafi'i ??
Imam Syafi'i Failed subject Akidah eh ??


Muka Tembok =   http://binsajen.blogspot.sg/2014/11/golongan-muka-tembok.html?m=1 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related FB Posthttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1503954189880418&id=100007975548945&pnref=story

Ahli Sukan

Benarkah Ahli Sukan juga Ahli Bid'ah ??
Mungkin mereka tidak maklum perihal bahaya tawassul syirik kepada mayat dalam kubur, kerana mereka ahli sukan, bukan ahli bid'ah.

Namun, sebagaimana mereka tegar pastikan ketua pelatih atau manager bukan ahli rasuah,
mereka juga wajar pastikan ustaz mereka bukan dari golongan tukang korupsi agama, agar amalan ibadah mereka mencapai kemenangan dunia dan akhirat.

Contoh Tawassul Syirik = http://binsajen.blogspot.sg/2014/11/ada-isyarat.html?m=1
Ada isyarat beritahu kononnya wali songo sampaikan hajat kepada Nabi صلى الله عليه وسلم yang telah memohon ampun untuk dosa semua yang hadir ?
Hanya si bebal saja yang akan percaya temberang towkay Sufi.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Memandangkan individu yang muka tembok mengaku yaqazah jumpa Nabi صلى الله عليه وسلم telah diberkas oleh pihak agama negara Saudi, tapi makhluk sedemikian bebas bermaharajalela menyibarkan kesesatannya di negara kita,

Apakah Cabaran Utama yang mengancam umat Islam sg ?
1. Mengenal asatizah yang tidak amanah
2. Mengenal asatizah yang dikhianati
3. Mengenal asatizah yang jujur
4. Mengenal asatizah yang penuh tipudaya
5. All of the above

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Polis Madinah telah menahan seorang lelaki di sebuah hotel yang mendakwa bahwa dia telah berjumpa dengan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan berbual-bual dengan beliau.
Jika undang-undang ini diterapkan diNusantara, kita akan lihat ramai tokoh-tokoh yang di penjarakan.
Allahul Musta'an."
=
http://binsajen.blogspot.sg/2014/10/cabaran-utama.html?m=1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Dalam zaman fitnah yang penuh dengan ahli penipu yang dihormati, apakah 'magic word' sebagai dalil asalbolih yang lebih dipercayai daripada ayat AlQuran dan Hadith Sahih ?? = http://binsajen.blogspot.sg/2014/11/magic-word.html?m=1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related FB Posthttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1503450886597415&id=100007975548945&pnref=story

Tuesday, November 25, 2014

Qasidah Burdah

PEMBOHONGAN DAN KESYIRIKAN DALAM QASIDAH BURDAH :
Bagi sebagian kalangan warga Indonesia, “Burdah Al-Bushiri” bukanlah hal yang asing, lantaran buku itu kerap dibaca dalam acara-acara tertentu secara bersama dan bergilir dari rumah ke rumah pada setiap bulan, minggu, bahkan oleh sebagian orang dibaca setiap hari di rumahnya bersifat individual.

Di kampung Arab Bondowoso diceritakan, bahwa acara pembacaan Burdah bersama tersebut merupakan warisan turun-temurun dari masyarakat kampung Arab, dan telah mengalami regenerasi yang cukup panjang yaitu sebelum tahun 1970-an, artinya sudah berlangsung kurang lebih selama 34 tahun. (Majalah Cahaya Nabawi No. 33 Th. III Sya’ban 1426 H hal. 56)

Memang, “Burdah Al-Bushiri” ini sangat populer sekali, dibaca dan dikaji di rumah dan masjid seperti halnya Al-Qur’an, kalam ilahi. Lebih dari itu, banyak sekali buku yang mensyarahnya (menjelaskan makna kandungannya), sehingga terhitung lebih dari lima puluh jumlahnya, bahkan sebagiannya ada yang ditulis dengan tinta emas!!

Siapakah Al-Bushiri?
Dia bernama Muhammad bin Sa’id bin Hammad bin Muhsin bin Abdillah ash-Shanhaji al-Bushiri, nisbah kepada kotanya Abu Shir di Mesir, tetapi asalnya dari Maghrib. Dia lahir pada tahun 608 H, dia termasuk ahli di bidang syair tetapi sayangnya dia sangat miskin ilmu, buktinya dia menasabkan diri dan menjadi pembela salah satu tarikat Sufi yang sesat, yaitu tarikat Syadziliyah[1]. Dia wafat pada tahun 695 H. (Lihat Fawat Al-Wafayat 3/362 al-Kutbi, Al-A’lam 6/139 az-Zirakli, Mu’jam Muallifin 10/26 Kahhalah, Syadzarat Dzahab 5/432)

Judul Bukunya, Secara harfiyah “Burdah” memang bermakna selendang. Al-Bushiri membubuhkan judul antologinya dengan nama tersebut bukan berarti tanpa alasan. Sebab, alkisah di zaman nabi dulu ada seorang tokoh yang bernama Ka’ab bin Zuhair. Semula dia adalah seorang penyair non muslim yang tergolong paling radikal menentang dakwah Rasulullah, kemudian dia masuk Islam, lantas menggubah sajak buat Nabi yang isinya kala itu tergolong estetik.

Intro puisi itu:
Kudengar kabar
Rasulullah berjanji padaku
Dan ampunan itu
Sungguh jadi tumpuan harapanku.

Untuk itu konon Nabi memberikan selendang beliau kepadanya.
Berdasar mirip dengan cerita di muka, Al-Bushiri mengaku bahwa dirinya juga bermimpi bahwa Nabi memberinya selendang tatkala dia melantunkan gubahan sajak-sajaknya!! (Dikutip dari buku “Burdah, Madah Rasul Dan Pesan Moral” yang dipuitisikan oleh Muhammad Baharun, Majalah Cahaya Nabawi hal. 55)

Pengingkaran Para Ulama :
Para ulama telah bangkit menunaikan tugas mereka dalam menyingkap penyimpangan yang ada dalam Burdah Bushiri, termasuk diantara mereka yang menjelaskan penyimpangannya adalah:
Asy-Syaukani dalam Ad-Durr An-Nadzid hal. 26,
Abdur Rahman bin Hasan dalam Rasail wa Masail Najdiyyah 2/33,
Sulaiman bin Abdillah dalam Taisir Aziz hamid hal. 221-223,
Abdullah Abu Buthain dalam Naqd Burdah dan Ta’sis Taqdis,
Mahmud Syukri al-Alusi dalam Ghoyatul Amani 2/350, al-Ustadz Abdul Badi’ Saqr dalam kitab Naqd Burdah,
dan masih banyak lagi lainnya.


Beberapa Contoh Penyimpangan :
Sebenarnya banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang terdapat dalam Burdah tersebut, namun sekedar contoh kita nukilkan sebagiannya saja. Hanya kepada Allah saja, kita bertawakkal:

1. Al-Bushiri mengatakan:
وَكَيْفَ تَدْعُوْ إِلَى الدُّنْيَا ضَرُوْرَة مَنْ لَوْلاَهُ لَمْ تُخْرَجِ الدُّنْيَا مِنَ الْعَدَمِ
Bagaimana engkau menyeru kepada dunia
Padahal kalau bukan karenanya (Nabi), dia tiada tercipta

Tidak ragu lagi bahwa bait ini mengandung ghuluw (berlebih-lebihan) kepada Nabi, dimana al-Bushiri menganggap bahwa dunia ini tidaklah diciptakan kecuali karena Nabi, padahal Allah berfirman:
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Mungkin saja ucapan di atas bersandar pada hadits palsu:
لَوْلاَكَ لَمَا خَلَقْتُ الأَفْلاَكَ
Seandainya bukan karenamu, Aku tidak akan menciptakan makhluk.
(Lihat Silsilah Adh-Dha’ifah al-Albani no. 282)

2. Al-Bushiri berkata:
دَعْ مَا ادَّعَتْهُ النَّصَارَى فِيْ نَبِيِّهِمْ وَ احْكُمْ بِمَا شِئْتَ فِيْهِ وَاحْتَكِمْ
Tinggalkanlah ucapan kaum Nashara terhadap nabi mereka
Adapun terhadapnya (Nabi Muhammad), ucaplah sesuka anda

Dalam bait ini, dia menganggap bahwa yang terlarang adalah kalau umat Islam mengatakan seperti ucapan orang-orang Nashara terhadap Nabi Isa bahwa beliau adalah Tuhan, anak tuhan dan salah satu tuhan dari yang tiga. Adapun selain itu maka hukumnya boleh-boleh saja.
Ucapan ini jelas sekali kebatilannya, sebab ghuluw itu sangat beraneka macam bentuknya dan kesyirikan itu ibarat laut tak bertepi, artinya dia tidak terbatas hanya pada ucapan kaum nashara saja, sebab umat-umat jahiliyyah dahulu yang berbuat syirik, tidak ada seorangpun diantara mereka yang berucap seperti ucapan Nashara. Jadi ucapan di atas merupakan pintu kesyirikan, sebab menurutnya ghuluw itu hanya terbatas pada ucapan kaum nashara saja.

 3. Al-Bushiri berkata:
لاَطِيْبَ يَعْدِلُ تُرْبًا ضَمَّ أَعْظُمَهُ طُوْبَى لِمُنْتَشِقٍ مِنْهُ وَمُلْتَثِمِ
Tiada kebaikan yang melebihi tanah yang menimbun tulangnya
Kebahagiaan (surga) bagi orang yang dapat menciumnya

Dalam bait ini, al-Bushiri menyatakan bahwa tanah yang menimbun tulang-tulang Nabi adalah tempat yang paling utama dan mulia. Tidak hanya itu, tetapi bagi mereka yang menciumnya maka balasannya adalah surga dan kedudukan mulia. Tidak ragu lagi bahwa semua ini adalah termasuk ghuluw yang menjurus ke pintu kebid’ahan dan kesyirikan.
Syaikhul Islam berkata:
“Para imam telah bersepakat bahwa tidak boleh mengusap-ngusap kuburan nabi ataupun menciumnya, semua ini untuk menjaga kemurnian tauhid”. (Ar-Radd Ala Akhna’I hal. 41)

 4. Al-Bushiri berkata:
أَقْسَمْتُ بِالْقَمَرِ الْمُنْشَقِّ إِنَّ لَهُ مِنْ قَلْبِهِ نِسْبَةً مَبْرُوْرَةَ الْقَسَمِ
Aku bersumpah dengan bulan yang terbelah bahwa
Ada sumpah yang terkabulkan pada dirinya

Dalam bait inipun terdapat penyimpangan yang amat nyata, sebab bersumpah dengan selain Allah termasuk bentuk kesyirikan.
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَِ
Dari Umar bin Khaththab bahwasanya Rasulullah bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah maka dia telah kufur atau berbuat syirik”. (HR. Ahmad 4509 dan Tirmidzi 1534)
Ibnu Abdil Barr berkata:
“Tidak boleh bersumpah dengan selain Allah untuk apapun dan bagaimanapun keadaannya, hal ini merupakan kesepakatan ulama”. Katanya juga: “Para ulama telah bersepakat bahwa bersumpah dengan selain Allah adalah terlarang, tidak boleh bersumpah dengan apapun dan siapapun”.
(At-Tamhid 14/366-367)

 5. Al-Bushiri berkata:
يَا أَكْرَمَ الرُّسُلِ مَا لِيْ مَنْ أَلُوْذُ بِهِ سِوَاكَ عِنْدَ حُلُوْلِ الْحَادِثِ الْعَمِمِ
Aku tidak memiliki pelindung Wahai rasul termulia
Selain dirimu di kala datangnya petaka

Perhatikanlah wahai saudaraku bagaimana bait ini mengandung unsur kesyirikan:
a. Dia meniadakan pelindung di saat datangnya petaka selain Nabi, padahal hal itu hanya khusus bagi Allah semata, tiada pelindung kecuali hanya Dia saja.
b. Dia berdoa dan memohon permohonan ini dengan penuh rendah diri, padahal hal itu tidak boleh diperuntukkan kecuali hanya kepada Allah saja. (Taisir Aziz Al-Hamid hal. 219-220)
Al-Allamah asy-Syaukani berkomentar tentang bait ini:
“Perhatikanlah bagaimana dia meniadakan semua pelindung kecuali hamba dan rasul Allah, Muhammad saja, dia lalai terhadap Rabbnya dan Rabb rasulnya. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un”. (Ad-Durr An-Nadhid hal. 26)

 6. Al-Bushiri berkata:
فَإِنَّ مِنْ جُوْدِكَ الدُّنْيَا وَضَرَّتَهَا وَمِنْ عُلُوْمِكَ عِلْمُ اللَّوْحِ وَالْقَلَمِ
Dan termasuk ilmumu adalah ilmu lauh (mahfudh) dan pena.
Diantara pemberianmu adalah dunia dan akheratnya

Dalam bait ini, dia menjadikan dunia dan akherat termasuk pemberian dan milik Nabi Muhammad, padahal Allah berfirman:
Dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akherat dan dunia.
(QS. Al-Lail: 13)

Adapun ucapannya “Dan termasuk ilmumu adalah ilmu lauh (mahfudh) dan pena”. Maka ini adalah ucapan yang sangat batil sekali, karena hal itu berarti bahwa Nabi mengetahui ilmu ghaib, padahal Allah berfirman:
Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah. (QS. An-Naml: 65)
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. (QS. Al-An’am: 59)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya.

PENUTUP
Demikianlah sekelumit contoh penyimpangan yang terdapat dalam “Burdah” dan komentar seperlunya. Semoga saja hal itu cukup untuk mewakili penyimpangan-penyimpangan lainnya.
Akhirnya kami menghimbau kepada setiap muslim yang terikat dengan qasidah ini hendaknya dia meninggalkannya dan menyibukkan diri dengan kitab-kitab lainnya yang bermanfaat.

Dan hendaknya diketahui bahwa hak Nabi Muhammad adalah dengan membenarkan seluruh ucapannya, mengikuti syari’atnya dan mencintainya tanpa kurang atau berlebih-lebihan.

Ya Allah! Saksikanlah bahwa kami sangat mencintai NabiMu dan membenci orang-orang yang tidak mencintai beliau!!. Ya Allah! Tetapkanlah hati kami di atas jalanMu yang lurus sehingga bertemu denganMu.
(Disadur dari Qawaidih Aqdiyyah fi Burdah Bushiri oleh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad dan Muqaddimah Dr. Ali bin Muhammad al-Ajlan terhadap kitab Ar-Radd Ala Burdah karya Abdullah Abu Buthain).

[1] Syadziliyyah: Salah satu tarikat Sufi sesat yang populer di seberbagai negara Islam, dan telah terpecah menjadi beberap keping. Disebut Syadziliyyah karena nisbah kepada pencetusnya Abul Hasan Ali bin Abdillah asy-Syadzili al-Maghribi yang lahir tahun 591 H di kota Aghmat (Maghrib), tumbuh di Syadzilah, sebuah kota dekat Tunis, kepadanyalah dia dinisbatkan, kemudian setelah itu dia pindah ke Mesir dan mempunyai beberapa pengikut di sana. Wafat tahun 656 H. (Lihat Al-Asrar Al-Aliyyah fi Saadah Syadziliyyah hal. 100-141 oleh Ahmad Syarif asy-Syadzili, Al-Al’lam 4/305 az-Zirakli, Mu’jam Muallifin 7/137 Kahhalah).

Studi Kritis Qasidah Burdah = http://abiubaidah.com/studikritis-burdah.html/ ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related FB Post = https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1502792703329900&id=100007975548945&pnref=story
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related Topic = Cabaran Utama =  http://binsajen.blogspot.sg/2014/10/cabaran-utama.html
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ada Isyarat

Ada Isyarat dari dalam Kubor ? =  http://youtu.be/sAZAks2LUec

Ada isyarat yang beritahu kononnya ziarah ini 70,000 kali lipat anugerah daripada ziarah kebiasaanya ??
Ada isyarat beritahu kononnya wali songo sampaikan hajat kepada Nabi صلى الله عليه وسلم yang telah memohon ampun untuk dosa semua yang hadir ?
Hanya si bebal saja yang akan percaya temberang ahli penipu yang dihormati si towkay Sufi.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Kalau seseorang bertasawuf pada awal pagi, tidak sampai waktu Zohor kamu akan mendapati dia sudah menjadi bebal."
[ Manaqib Imam Asy-Syafi'i. 2/208 ]
~~~~~~~~~~~~
"Dan Tuhan kamu berfirman : Berdoalah kamu kepadaKu, nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu."
[Surah 40:60]

"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah agama yang bersih dari syirik. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah berkata :
Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya."

[Surah 39:3]

"Dan siapakah yang lebih sesat dari mereka yang menyeru sesuatu selain Allah yang tidak dapat memperkenankan do'anya sampai hari kiamat.?" [Surah 46:5] = http://binsajen.blogspot.sg/2014/09/dengan-jah-kedudukan-habib-ini.html 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
12 Macam Bebal = http://binsajen.blogspot.sg/2014/08/bebal.html?m=1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Larangan Tawassul Syirikhttp://binsajen.blogspot.sg/2014/08/larangan-tawassul-syirik-atau-membina.html
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related FB Posthttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1502970256645478&id=100007975548945&pnref=story

Monday, November 24, 2014

Idrus Ramli

Sebagaimana dia putarbelit dalil larangan cukur janggut seperti yang dia contohkan,
begitulah juga dia akan putarbelit dalil sahih untuk promosi berbagai ragam amalan bid'ah yang tidak pernah ada contoh dari para salafussoleh.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Semua ustaz dagu licin yang kulit tebal mengaku bermazhab Syafi'i, sila ambil perhatian dan cepat bertaubat tunjuk contoh yang sewajarnya kepada orang awam.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ
“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.”
- HR. Muslim no. 260

Imam Asy Syafi’i dalam Al Umm, berpendapat bahwa memangkas jenggot itu diHARAMkan, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu ArRif’ah, ketika menyanggah ulama yang mengatakan bahwa mencukur jenggot hukumnya makruh.

Janggut ustaz Mazhab Syafi'i =   http://binsajen.blogspot.sg/2013/06/janggut-ustaz-mazhab-syafii.html?m=1 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 Related FB Post =ابو تقي الدين ﺣﺴﻦ  = https://www.facebook.com/photo.php?fbid=997389310277057&set=a.164403423575654.43220.100000179916112&type=1&theater
 
Related FB Posthttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1502424613366709&id=100007975548945&pnref=story

Sunday, November 23, 2014

Majlis Walimah

 
1. Apakah wajar, majlis untuk mencari barakah dicemari oleh acara yang mengundang kemurkaan Allah ?
2. Apakah dalil sahih budak2 perempuan kecil menyanyi boleh dijadikan lampu hijau untuk mak2 budak menyanyi tanpa segan silu, hingga ada bapak2 budak yang tidak kelip mata memandang dengan terpesona ?
3. Apakah ada dalil sahih yang melarang menghadiri undangan yang mengundang laknat Allah seperti acara muzik, karaoke dan ikhtilath ?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ramai yang tinggalkan muzik kerana Islam.
Ramai juga yang kejar muzik kononnya kerana Islam.
http://binsajen.blogspot.sg/2014/09/dakwah-dengan-vokal.html 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Satu pertanda hari kiamat ialah tersibarluasnya maksiat muzik.
Siapakah "kaum dari ummatku" yang menghalalkan muzik..?
Justin Bieber, Madonna, Deep Purple, Ah Chong, Peter, Sundram..??
atau
Ustaz Don Danial, Ustaz Azhar Idrus, Ustaz Fouzy, Ustaz Sofyan, Ustaz Shafi..??http://binsajen.blogspot.sg/2014/10/muzik-pertanda-hari-kiamat.html?m=1 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jika orang Islam sendiri boleh bingit dengan lagu majlis orang Islam, apatah lagi orang kafir macam Amy Cheong ?http://binsajen.blogspot.sg/2014/11/amy-cheong.html 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
The less concern we are are about authentic religious knowledge and trustworthy asatizah, the more music addicts and clowns in Islamic garbs will mushroom with impunity, Allahul Musta'an = http://binsajen.blogspot.sg/2014/10/music-addicts-and-clowns.html
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related FB Post = https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1502434686699035&id=100007975548945&pnref=story

Magic Word




Dalam zaman fitnah yang penuh dengan ahli penipu yang dihormati, apakah 'magic word' sebagai dalil asalbolih yang lebih dipercayai daripada ayat AlQuran dan Hadith Sahih ??
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Di zaman ini, wujud para ahli agama yg gemar berselindung di sebalik istilah "khilaf" supaya pandangan yg mungkar atau lemah tidak terbongkar & diingkari.

Haramnya menyeru & berdoa kpd selain Allah secara ijma' sekarang disangkal dan digelar khilaf.

Haramnya bersujud kpd selain Allah secara ijma' sekarang disangkal dan digelar khilaf.

Haramnya wang riba' secara ijma' sekarang disangkal dan digelar khilaf.

Wajibnya membahagi harta warisan mengikut faraid secara ijma' sekarang disangkal dan digelar khilaf.

Semoga Allah melindungi kami dari fitnah ini dan memberi kita Taufiq & HidayahNya.

# Benarkah tidak boleh mengingkari masalah khilaf?

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“Jika ada yang mengatakan bahwa masalah khilaf tidak perlu diingkari, maka itu tidaklah benar jika melihat dari sisi ucapan yang dihukumi atau amalan.
Jika ada ucapan yang menyelisihi ajaran Rasul atau menyelisihi ijma’ (kesepakatan para ulama), maka wajib mengingkarinya.
Jika masalah tersebut tidak disepakati, maka boleh mengingkari untuk menjelaskan bahwa pendapat tersebut lemah dan menyebutkan pendapat yang benar dari ulama salaf atau para fuqoha’.
Adapun jika ada amalan yang menyelisihi ajaran Rasul atau menyelisihi ijma’, maka wajib mengingkarinya tergantung pada bentuk kemungkarannya. …
Adapun jika dalam suatu permasalahan tidak ditunjukkan dalil yang tegas, juga tidak ada ijma’, maka berijtihad ketika itu dibolehkan dan tidak perlu orang yang berijtihad dan yang mengikuti diingkari dengan keras dalam masalah ijtihad ini selama tidak ada dalil yang tegas tidak perlu sampai mencela para mujtahid yang menyelisihinya seperti dalam permasalahan yang masih diselisihi para salaf.”
(Majmu’ Al Fatawa, 9: 112-113)

Via ~ Islamiq Sg
 
Related FB Posthttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1502124006730103&id=100007975548945&pnref=story
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related Topic = Cabaran Utama =   http://binsajen.blogspot.sg/2014/10/cabaran-utama.html
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~