Wednesday, December 17, 2014

Sangka Baik

Asap rokok berbunga-bunga
Harganya mahal lagi berdosa
Sangka baik ada batasnya
Jangan sampai menjadi mangsa
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mohamed Lutfi added 3 new photos.
berpesan untuk saudara2ku sekalian... aku nukilkan kata salaf kita tentang menyikapi ahli bid'ah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata:
"Jauhilah setiap perkara bid'ah walaupun sekecil-kecilnya kerana bid'ah yang kecil lambat laun akan menjadi besar. Demikian pula kebid'ahan yang terjadi pada umat ini berasal dari perkara kecil dan remeh seakan-akan menyerupai kebenaran, sehingga banyak orang terpedaya, lalu mengikat hati mereka sehingga susah untuk keluar dari jeratan dan akhirnya mendarah daging lalu diyakini sebagai agama. Tanpa disedari, perlahan-lahan mereka menyelisihi jalan yang lurus."
(Syarhus Sunnah, Al-Barbahari, no: 7. Lihat Tahqiq Khalid bin Qasim Ar-Roddadi)

Beliau berkata lagi:
"Jika anda melihat seseorang bersungguh-sungguh dalam beribadah, namun dia merupakan ahli bid'ah, maka janganlah duduk dan bergaul bersamanya, mendengar ucapannya, dan berjalan bersamanya kerana aku khuatir anda akan mengikutinya sehingga anda hancur bersamanya."
(Syarhus Sunnah, no: 149)

Beliau juga berkata:
"Perumpamaan ahli bid'ah adalah seperti seekor kalajengking, kepala dan badannya berada di dalam tanah namun ekornya terkeluar. Ketika ada kesempatan ia akan menyengat pemangsa dengan bisanya."
(Thabaqat Al-Hanabilah, 2/44)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata:
"Barangsiapa mengagungkan pelaku bid'ah, maka dia telah membantu menghancurkan Islam. Barangsiapa yang senyum terhadap ahli bid'ah, maka dia telah meremehkan apa yang Allah turunkan kepada Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam. Barangsiapa menikahkan anaknya dengan ahli bid'ah, maka dia telah memutus hubungan kerabatnya. Barangsiapa menghantarkan jenazahnya (ahli bid'ah), maka dia senantiasa dalam kemurkaan Allah sehingga kembali pulang"
(Syarhus Sunnah, Al-Barbahari, no: 170)

Beliau juga berkata:
"Janganlah anda duduk-duduk bersama-sama ahli bid'ah, kerana saya takut jika Allah akan menurunkan ke atasmu laknat."
(Syarhus Sunnah, no: 170)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya manusia bila melihat kemungkaran dan tidak mengubahnya maka dikhuatirkan Allah akan menyamaratakan siksaNya kepada mereka semua."
(Hadis riwayat Imam Ahmad dengan sanad yang sahih)

Apa yang dikatakan oleh Imam Al-Barbahari di atas sesuai dengan sabda Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam di atas ini, kerana bid'ah termasuk dalam kategori kemungkaran yang mesti dicegah. Namun apabila seseorang hanya melihat kemungkaran (yakni bid'ah) tersebut dijalankan tanpa mencegahnya dengan kuasa atau lisannya atau setidak-tidaknya ia tidak meredainya, maka bagaimana kiranya jika ia meredainya!!
Related FB Posthttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1513993512209819&id=100007975548945&pnref=story
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related Topic = Eksyenaoreng = http://binsajen.blogspot.sg/2013/08/eksyenaoreng.html?m=1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ostad Kamu Mazhab Apa Sebenarnya ?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ostad kamu mengaku Mazhab Syafi'i...... tapi tidak pernah sampaikan amaran ini dari warisan Imam AsSyafi'i ??
hmm........ lebih baik cepat periksa dan pastikan sama ada Ostad anda itu mazHab Syafi'i atau mahZab Sufi !!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sabtu, 25 Agustus 2012 08:40:15 WIB
Kategori : Bahasan : Aqidah

PERNYATAAN IMAM SYAFI'I DALAM MASALAH AQIDAH
Mengenal aqidah seorang imam besar Ahlu Sunnah merupakan perkara penting. Khususnya, bila sang imam tersebut memiliki pengikut dan madzhab yang mendunia. Karenanya, mengenal pernyataan Imam Syafi'i yang madzhabnya menjadi madzhab banyak kaum muslimin di negeri ini, menjadi lebih penting dan mendesak, agar kita semua dapat melihat secara nyata aqidah Imam asy-Syafi'i, dan dapat dijadikan pelajaran bagi kaum muslimin di Indonesia. 

Untuk itu, kami sampaikan disini beberapa pernyataan beliau seputar permasalahan aqidah, yang diambil dari kitab Manhaj Imam asy-Syafi'i fi Itsbat al-Aqidah, karya Dr. Muhammad bin Abdil-Wahab al-'Aqîl.


PERNYATAAN IMAM SYAFI'I DALAM MASALAH KUBUR
1. Hukum Meratakan Kuburan.
وَ أُحِبُّ أَنْ لاَ يُزَادُ فِيْ القَبْرِ مِنْ غَيْرِهِ وَلَيْسَ بأَنْ يَكُوْنَ فِيْهِ تُرَابٌ مِنْ غَيْرِهِ بَأْسٌ إِذَا زِيْدَ فِيْهِ تُرَابٌ مِنْ غَيْرِهِ ارْتَفَعَ جِدًّا وَ إِنَّمَا أُحِبُّ أَنْ يُشَخِّصَ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ شِبْرًا أَوْ نَحْوِهِ
"Saya suka kalau tanah kuburan itu tidak ditinggikan dari selainnya dan tidak mengambil padanya dari tanah yang lain. Tidak boleh, apabila ditambah tanah dari lainnya menjadi tinggi sekali, dan tidak mengapa jika ditambah sedikit saja sekitar.
Saya hanya menyukai ditinggikan (kuburan) di atas tanah satu jengkal atau sekitar itu" [1]. (1/257)

2. Hukum Membangun Kuburan Dan Menemboknya.
وَ أُحِبُّ أَنْ لاَ يُبْنَى وَلاَ يُجَصَّصُ فَإِنَّ ذَلِكَ يُشْبِهُ الزِّيْنَةَ وَ الْخُيَلاَءَ وَ لِيْسَ الْمَوْتُ مَوْضِعَ وَاحِدٍ مِنْهَا زَلَمْ أَرَ قُبُوْرَ الْمُهَاجِرِيْنَ وَ الأَنْصَارِ مُجَصَّصةً قَالَ الرَّاوِيُ عَنْ طَاوُسٍ إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ تُبْنَى أَوْ تُجَصَّصُ وَقَدْ رَأَيْتُ مِنَ الْوُلاَةِ مَنْ يَهْدِمُ بِمَكَّةَ مَا يُبْنَى فِيْهَا فَلَمْ أَرَ الْفُقَهَاءَ يُعِيْبُوْنَ ذَلِكَ
"Saya suka bila (kuburan) tidak dibangun dan ditembok, karena itu menyerupai penghiasan dan kesombongan, dan kematian bukan tempat bagi salah satu dari keduanya. Dan saya tidak melihat kuburan para sahabat Muhajirin dan Anshar ditembok".
"Seorang perawi menyatakan dari Thawus, bahwa Rasulullah n telah melarang kuburan dibangun atau ditembok".
Saya sendiri melihat sebagian penguasa di Makkah menghancurkan semua bangunan di atasnya (kuburan), dan saya tidak melihat para ahli fikih mencela hal tersebut [2]. (1/258)

3. Hukum Membangun Masjid Di Atas Kuburan.
وَ أَكْرَهُ أَنْ يُبْنَى عَلَى الْقَبْرِ مَسْجِدٌ وَ أَنْ يُسَوَى أَوْ يُصَلَّى عَلَيْهِ وَ هُوَ غَيْرُ مُسَوَى أَوْ يُصَلََّى إِلَيْهِ وَ إِنْ صَلَّى إِلَيْهِ أَجْزَأَهُ وَ قَدْ أَسَاءَ
"Saya melarang dibangun masjid di atas kuburan dan disejajarkan atau dipergunakan untuk shalat di atasnya dalam keadaan tidak rata atau shalat menghadap kuburan. Apabila ia shalat menghadap kuburan, maka masih sah namun telah berbuat dosa"[3]. (1/261).

PERNYATAAN IMAM SYAFI'I DALAM MASALAH FITNAH KUBUR DAN KENIKMATANNYA
وَ أَنَّ عَذَابَ القّبْرِ حَقٌّ وَ مُسَاءَلَةَ أَهْلِ ال} قُبُوْرِ حَقٌّ
Sesungguhnya Adzab kubur itu benar dan pertanyaan malaikat terhadap ahli kubur adalah benar [4]. (2/420)

PERNYATAAN IMAM SYAFI'I DALAM MASALAH KEBANGKITAN, HISAB, SYURGA DAN NERAKA
وَ البَعْثُ حَقٌّ وَ الْحِسَابُ حَقٌّ وَ الْجَنَّةُ وَ النَّارُ وَغَيْرُ ذَلِكَ مَا جَاءَتْ بِهِ السُّنَنُ فَظَهَرَتْ عَلَى أَلْسِنَىِ الْعُلَمَاءِ وَ أَتْبَاعِهِمْ مِنْ بِلاَدِ الْمُسلِمِيْنَ حَقٌّ
Hari kebangkitan adalah benar, hisab adalah benar, syurga dan neraka serta selainnya yang sudah dijelaskan dalam sunnah-sunnah (hadits-hadits), lalu ada pada lisan-lisan para ulama dan pengikut mereka di negara-negara muslimin adalah benar [5]. (2/426)

PERNYATAAN IMAM SYAFI'I DALAM MASALAH BERSUMPAH DENGAN NAMA SELAIN ALLAH
فَكُلُّ مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ كَرِهْتُ لَهُ وَ خَشِيْتُ عَلَيْهِ أََنْ تَكُوْنَ يَمِيْنُهُ مَعْصِيَّةً وَ أَكْرَهُ الأَيْمَانَ بِاللهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ إِلاَّ فِيْمَا كَانَ طَاعَةً للهِ مِثْلُ الْبَيْعَةِ فِيْ الْجِهَادِ وَ مَا أَشْبَهَ ذَلِكَ
Semua orang yang bersumpah dengan selain Allah, maka saya melarangnya dan mengkhawatirkan pelakunya, sehingga sumpahnya itu adalah kemaksiatan. Saya juga membenci bersumpah dengan nama Allah dalam semua keadaan, kecuali hal itu adalah ketaatan kepada Allah, seperti berbai'at untuk berjihad dan yang serupa dengannya [6]. (1/271)

PERNYATAAN IMAM SYAFI'I TENTANG SYAFA'AT
فَكَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرَتَهُ الْمُصْطَفَى لِوَحْيِهِ الْمُنْتَخَبَ لِرِسَالَتِهِ الْمُفَضَّلَ عَلَى جَمِيْعِ خَلْقِهِ بِفَتْحِ رَحْمَتِهِ وَ خَتْمِ نُبُوَّتِهِ وَ أَعَمَّ مَا أَرْسَلَ بِهِ مُرْسَلٌ قَبْلَهُ
Beliau (Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ) adalah manusia terbaik yang dipilih Allah untuk wahyunya lagi terpilih sebagai Rasul-Nya dan yang diutamakan atas seluruh makhluk dengan membuka rahmat-Nya, penutup kenabian, dan lebih menyeluruh dari ajaran para rasul sebelumnya. Beliau ditinggikan namanya di dunia dan menjadi pemberi syafa'at, yang syafa'atnya dikabulkan di akhirat [7]. (1/291).

Beliau juga menyatakan tentang syarat diterimanya syafa'at:
وَاسْتَنْبَطْتُ الْبَارِحَةَ آيَتَيْنِ فَمَا أَشْتَهِيْ بِاسْتِنْبِاطِهَا الدُّنْيَا وَ مَا قَبْلَهَا (وَهِيَ قِوْلُهُ تَعَالَى) : يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۖ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ وَفِيْ كِتَابِ اللهِ هَذَا كَثِيْرٌ. (قَالَ تَعَالَى) : مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ فَعَطَّلَ الشُّفَعَاءَ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ
Semalam saya mengambil faidah (istimbâth) dari dua ayat yang membuat saya tidak tertarik kepada dunia dan yang sebelumnya. Firman Allah: "Dia bersemayam di atas 'Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada keizinan-Nya" (Yunus/10 ayat 3)
Dan dalam kitabullah, hal ini banyak: … Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya?.... –al-Baqarah/2 ayat 256.
Syafa'at tertolak kecuali dengan izin Alllah [8]. (1/291),

PERNYATAAN IMAM SYAFI'I TENTANG SIFAT ISTIWA' BAGI ALLAH
الْقَوْلُ فِيْ السُّنَّةِ الَّتِيْ أَنَا عَلَيْهَا وَ رَأَيْتُ عَلَيْهَا الَّذِيْنَ رَأَيْتُهُمْ مِثْلَ سُفْيَانَ وَ مَالِكٍ وَ غَيْرِهِمَا الإقْرَارُ بِشَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَ أَنَّ اللهَ عَلَى عَرْشِهِ فِيْ سَمَائِهِ يَقْرُبُ مِنْ خَلْقِهِ كَيْفَ شَاءَ وَ يَنْزِلُ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا كَيْفَ شَاءَ...
Pendapatku tentang sunnah (aqidah) yang saya berada di atasnya, dan saya lihat dimiliki oleh orang-orang yang saya lihat, seperti Sufyaan, Maalik dan selainnya, ialah berikrar dengan syahadatain (Lâ Ilâha illallah wa Anna Muhammadar-Rasulullah), (beriman) bahwa Allah berada di atas 'Arsy-Nya di atas langit, mendekat dari makhluk-Nya bagaimana Dia suka, dan turun ke langit dunia bagaimana Dia suka … (2/354-355)

PERNYATAN IMAM SYAFI'I TENTANG SIFAT NUZUL (TURUN) BAGI ALLAH
وَ أَنَّهُ يَهْبِطُ كُلَّ لِيْلَةٍ إِلَى سَمَاء الدُّنْيَا بِخَبَرِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Allah turun setiap malam ke langit dunia dengan dasar berita Rasulullah n . (2/358).
وَ أَنَّ اللهَ عَلَى عَرْشِهِ فِيْ سَمَائِهِ يَقْرُبُ مِنْ خَلْقِهِ كَيْفَ شَاءَ وَ يَنْزِلُ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا كَيْفَ شَاءَ
Sesungguhnya Allah berada di atas 'Arsy-Nya di atas langit-Nya, mendekat dari makhluk-Nya bagaimana Dia suka, dan Allah l turun ke langit dunia bagaimana Dia suka. (2/358).

PERNYATAN IMAM SYAFI'I TENTANG SIFAT TANGAN BAGI ALLAH
Sesungguhnya Allah memiliki dua tangan dengan dasar firman Allah, (yang artinya): "Orang-orang Yahudi berkata:"Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al-Qur`an yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan." -Qs. al-Maidah/5 ayat 64.

Dan sungguh Dia juga memiliki tangan kanan dengan dasar firman Allah, (yang artinya): "Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, pada hal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat, dan langit digulung dengan Tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan." (Qs. az-Zumar/39 ayat 67)

PERNYATAN IMAM SYAFI'I TENTANG MELIHAT ALLAH DI AKHIRAT
عَنِ الرَبِيْعِ بْنِ سُلَيْمَانَ قَالَ كُنْتُ ذَاتَ يَوْمٍ عِنْدَ الشَّافِعِيِ رحمه الله زَ جَاءَهُ كِتَابٌ مِنَ الصَّعِيْدِ يَسْأَلُوْنَهُ عَنْ قَوْلِ اللهِ تَعَالَى : كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ فَكَتَبَ فِيْهِ لَمَّا حَجَبَ اللهُ قَوْمًا بِالسَّخَطِ دَلَّ عَلَى أَنَّ قَوْمًا يَرَوْنَهُ بِالرِّضَا قَالَ الرَّبِيعُ : أَوَتَدِيْنُ بِهَذَا يَا سَيِدِيْ قَألَ : وَ اللهِ لَوْ لَمْ يُقِنَّ مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيْسِ أَنَّهُ يَرَى رَبَّهُ فِيْ الْمَعَادِ لَمَّا عَبَدَهُ فِيْ الدُّنْيَا
Dari ar-Rabi' bin Sulaiman, beliau berkata: "Suatu hari saya berada di dekat asy-Syafi'i dan datang surat dari daerah ash-Sha'id. Mereka menanyakan kepada beliau tentang firman Allah, (yang artinya): Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka. -Qs. Muthaffifin/83 ayat 15-
lalu beliau menulis (jawaban) berisi (pernyataan), "ketika Allah menghalangi satu kaum dengan sebab kemurkaan, maka menunjukkan bahwa orang-orang melihat-Nya dengan sebab keridhaan".

Ar-Rubayyi' bertanya: "Apakah engkau beragama dengan hal ini, wahai tuanku?"
Lalu beliau menjawab: "Demi Allah! Seandainya Muhammad bin Idris tidak meyakini bahwa ia melihat Rabb-Nya di akhirat, tentu ia tidak menyembah-Nya di dunia". (2/286).


عَنِ ابْنِ هَرَمٍ الْقَرَشٍيْ يَقُوْلُ سَمِعْتُ الشَّافِعِيَ فِيْ قَوْلِهِ تَعَالَى : كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ قَالَ فَلَمَّا حَجَبَهُمُ فِيْ السَخَطِ كَانَ دَلِيْلاً عَلَى أَنَّهُمْ يَرَوْنَهُ فِيْ الرِّضَا
Dari Ibnu Haram al-Qurasyi, beliau berkata: "Saya mendengar asy-Syafi'i mengatakan pada firman Allah l " Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Rabb mereka. - Muthaffifin/83 ayat 15-", ini adalah dalil bahwa para wali-Nya melihat-Nya pada hari Kiamat.[9] (2/387).

SIKAP IMAM SYAFI'I TERHADAP SYI'AH
عَنْ يُوْنُسِ بْنِ عَبْد الأَعْلِى يَقُوْلُ : سَمِعْتُ الشَّافِعِي إِذَا ذُكِرَ الرَّافِضَةُ عَابَهُمْ أَشَّدَّ الْعَيْبِ فَيَقُوْلُ شَرَّ عِصَابَةِ
Dari Yunus bin Abdila'la, beliau berkata: Saya telah mendengar asy-Syafi'i, apabila disebut nama Syi'ah Rafidhah, maka ia mencelanya dengan sangat keras, dan berkata: "Kelompok terjelek" [10]. (2/486).

لَمْ أَرَ أَحَدًا أَشْهَد بِالزُّوْرِ مِنَ الرَّافِضَةِ
Saya belum melihat seorang pun yang paling banyak bersaksi palsu dari Syi'ah Rafidhah [11]. (2/486).

قَالَ الشَّافَعِيُّ فِيْ الرَّافِضَةِ يَحْضُرُ الْوَقِعَةِ : لاَ يُعْطَى مِنَ الْفَيْءِ شَيْئًا لأَنَّ اللهَ تَعَالَى ذَكَرَ آيَةَ الْفَيْءِ ثُمَّ قَالَ : جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ فَمَنْ لَمْ يَقُلْ بِهَا لَمْ يَسْتَحِقَّ
Asy-Syafi'i berkata tentang seorang Syi'ah Rafidhah yang ikut berperang: "Tidak diberi sedikit pun dari harta rampasan perang, karena Allah l menyampaikan ayat fa'i (harta rampasan perang), kemudian menyatakan: Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, …". -Qs. al-Hasyr/59 ayat 10- maka barang siapa yang tidak menyatakan demikian, tentunya tidak berhak (mendapatkan bagian fa'i) [12]. (2/487).

SIKAP IMAM SYAFI'I TERHADAP SHUFIYAH (TASHAWWUF)
لَوْ أَنَّ رَجُلاً تَصَوَّفَ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ لَمْ يَأْتِ عَلَيْهِ الظُّهْرُ إِلاَّ وَجَدْتُه أَحْمَقُ
Seandainya seorang menjadi sufi (bertasawwuf) di pagi hari, niscaya sebelum datang waktu Zhuhur, engkau dapati ia, kecuali menjadi orang bodoh [13]. (2/503).

مَا رَأَيْتُ صُوْفِيًّا عَاقِلاً قَطْ إِلاَّ مُسْلِم الْخَوَاص
Saya, sama sekali tidak mendapatkan seorang sufi berakal, kecuali Muslim al-Khawash [14]. (2/503).

أُسَسُ التَّصَوُّفِ الْكَسَلُ
Asas tasawwuf adalah kemalasan [15]. (2/504).

لاَ يَكُوْنُ الصُّوْفِيْ صُوْفِيًّا حَتَّى يَكُوْنَ فِيْهِ أَرْبَعُ خِصَالٍ : كَسُوْلٌ , أَكُوْلٌ, شُؤُوْمٌ , كَثِيْرُ الفُضُوْلِ
Tidaklah seorang sufi menjadi sufi, hingga memiliki empat sifat: malas, suka makan, sering merasa sial, dan banyak berbuat sia-sia [16]. (2/504).

Demikian, sebagian pernyataan dan sikap beliau, agar diketahui bagaimana seharusnya mengikuti beliau dengan benar. Semoga bermanfaat.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XII/1429/2008M.
Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1]. Syarah Muslim 2/666
[2]. al Umm 1/277 dengan sedikit perubahan
[3]. al Umm 1/278
[4]. al I'tiqad karya Imam al Baihaqiy
[5]. Manaqibus Syafi'i, karya Imam al Baihaqiy 1/415
[6]. al Umm 7/61
[7]. ar Risalah 12-13
[8]. Ahkamul Qur'an 2/180-181
[9]. al Manaqib dan I'tiqad 1/420
[10]. al Manaqib, karya al Baihaqiy 1/468
[11]. Adabus Syafi'i, hlm. 187, al Manaqib karya al Baihaqiy 1/468 dan Sunan al Kubra 10/208
[12]. at Thabaqat 2/117
[13]. al Manaqib lil Baihaqiy 2/207
[14]. al Manaqib lil Baihaqiy 2/207
[15]. al Hilyah 9/136-137
[16]. Manaqib lil Baihaqiy 2/207

Pernyataan Imam Syafi'i Dalam Masalah 'Aqidah = http://almanhaj.or.id/content/3342/slash/0/pernyataan-imam-syafii-dalam-masalah-aqidah/ 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related FB Posthttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1514027802206390&id=100007975548945
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related Topic = Apa Kaitan Imam Syafi'i dan Wahabi ? =  http://binsajen.blogspot.sg/2014/12/mulut-celupar-mencela-wahabi.html
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Buya Yahya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Akidah Asy'ari Buya Yahya = http://youtu.be/T8cv9GIewow
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ramai Akidah Asy'ari macam Buya Yahya yang jadi pak turut menfitnahkan Akidah Syafi'i kononnya Mujassimah ,

walhal Akidah Asy'ari menolak Akidah Syafii, kemudian muka tembok mengaku mazHab Syafii, seolah-olah Imam Syafii Failed subject Akidah.

Jika sudah YAKIN dengan ayat Surah 42:11 "Tiada yang serupa denganNya",

mengapa Buya Yahya masih mencipta soalan merapu kalau Arasy belum dicipta, Allah ada di mana ?


Jika sudah YAKIN dengan ayat "Tiada yang serupa denganNya", 

mengapa perlu takwil Allah Turun maknanya Kuasa Allah yang turun ?

Mengapa guna contoh takwil sahih untuk promosi takwil batil ?

Pak Turut = http://binsajen.blogspot.sg/2014/06/pak-turut.html?m=1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Berdasarkan fahaman Akidah yang haq, anda boleh pilih untuk percaya no.1 atau no.2 :

1. Musa عليه السلام yang berdusta
atau
2. Fir'aun yang berdusta ?
-------------------------------
1. Ayat AlQuran "Allah di atas Arasy / Langit" yang berdusta
atau
2. Ostad Buya dan Ostad TM Fouzy yang berdusta ?
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
TM Fouzy kata, "Allah Wujud Tidak Bertempat" = http://youtu.be/SXzyFRZy9bw
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Akidah Fir'aun, manusia pertama yang menolak keyakinan Allah di Langit = http://binsajen.blogspot.sg/2014/12/akidah-macam-firaun.html 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apakah ustaz anda termasuk golongan muka tembok yang mengaku Mazhab Syafi'i tapi Akidah Asy'ari ??

Kenapa tidak Akidah Syafi'i ??
Imam Syafi'i Failed subject Akidah eh ??
= http://binsajen.blogspot.sg/2014/11/golongan-muka-tembok.html

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related FB Posthttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1513612685581235&id=100007975548945&pnref=story

Monday, December 15, 2014

Manchester United

 
Masihkah ada lagi alasan untuk berbangga dengan lambang setan ?

Allahul Musta'an.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Jika shalatnya ternyata sudah sempurna, maka tujuan sujud sahwi adalah untuk menghinakan setan.”

(HR. Muslim no. 571).

Dari hadits di atas, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin menjelaskan,
“Sudah sepantasnya manusia itu menghinakan dan merendahkan setan. Hal ini untuk menjalankan perintah Allah sebagaimana yang sudah disebutkan dalam hadits ‘sujud sahwi tersebut untuk menghinakan setan’.”


Manchester United = http://rumaysho.com/aqidah/muslim-kok-bangga-dengan-setan-merah-9804
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related FB Post =  https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1511709179104919&set=a.1474565619485942.1073741827.100007975548945&type=1&permPage=1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hukum Menonton Pertandingan Bola




Bagaimana hukum menonton pertandingan sepakbola? Apakah dibolehkan?

Bahaya Menonton Pertandingan Bola

1- Menghabiskan waktu, padahal waktu begitu berharga dan lebih baik diisi dengan ibadah daripada dengan hal yang sia-sia.
Dalam hadits disebutkan,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”
(HR. Tirmidzi no. 2318, shahih lighoirihi)

2- Mengidolakan pemain padahal yang diagungkan adalah ahli maksiat bahkan orang kafir. Padahal sifat orang beriman,
لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya
(QS. Al Mujadilah: 22).

Orang yang mencintai idolanya, maka dikumpulkan dengannya pada hari kiamat. Coba bayangkan bagaimana jika yang jadi idola adalah Ronaldo dan Messi. Apakah ingin jika dibangkitkan pada hari kiamat dengan orang kafir?
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة
Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.”
(HR. Thobroni dalam Ash Shogir dan Al Awsath. Perowinya adalah perowi yang shahih kecuali Muhammad bin Maimun Al Khiyath, namun ia ditsiqohkan. Lihat Majma’ Az Zawaid no. 18021).

Beda halnya jika seseorang mengidolakan Nabinya Muhammad, para sahabat Nabi dan orang shalih, itu barulah baik dan akan dikumpulkan dengan orang-orang baik.

3- Boros harta karena TV itu menggunakan listrik. Tentu dinilai boros jika listrik dipakai untuk hal yang sia-sia. Orang yang boros dicela dalam ayat berikut,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.”
(QS. Al Isra’: 26-27).

Dalam tafsir Jalalain disebutkan bahwa orang yang boros, mereka telah mengikuti jalan setan sehingga disebut dalam ayat mereka adalah saudara setan. (Tafsir Al Jalalain, hal. 294)

Ibnul Jauzi berkata bahwa yang dimaksud boros ada dua pendapat di kalangan para ulama:
  • Boros berarti menginfakkan harta bukan pada jalan yang benar.
  • Boros berarti penyalahgunaan dan bentuk membuang-buang harta. Abu ‘Ubaidah berkata, “Mubazzir (orang yang boros) adalah orang yang menyalahgunakan, merusak dan menghambur-hamburkan harta.” (Zaadul Masiir, 5: 27-28)
4- Memandang aurat orang lain.
Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ
Seorang laki-laki janganlah melihat aurat laki-laki lainnya. Begitu pula seorang wanita janganlah melihat aurat wanita lainnya.”
(HR. Muslim no. 338)

Lalu manakah aurat laki-laki? Perlu diketahui, mayoritas ulama berpendapat bahwa aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut. Di antara dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
فَإِنَّ مَا تَحْتَ السُّرَّةِ إِلَى رُكْبَتِهِ مِنَ الْعَوْرَةِ
Karena di antara pusar sampai lutut adalah aurat.” (HR. Ahmad 2/187, Al Baihaqi 2/229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini hasan)

5- Menonton bola bisa menimbulkan cercaan dan permusuhan.
Itu riil pada acara bola, ada yang mendukung satu klub dan ada yang dukung musuh. Lantaran berbeda, maka jika ada yang menang atau yang didukung dibobol gawangnya terjadilah pertengkaran yang sengit. Lihatlah sebab khamar dan judi itu terlarang karena dapat menimbulkan permusuhan,
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu.”
(QS. Al Maidah: 91).

Fatwa Ulama: Hukum Menonton Pertandingan Bola

Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia ditanya, “Apa hukum menonton pertandingan sepakbola seperti piala dunia (world cup) dan turnamen lainnya?”

Para ulama Lajnah Daimah tersebut menjawab,
“Pertandingan sepakbola yang di dalamnya ada taruhan, hadiahnya dihukumi haram dan termasuk judi. Mengambil taruhan hanya dibolehkan dalam lomba yang diizinkan oleh syari’at yaitu untuk perlombaan pacuan kuda, pacuan unta dan memanah. Kalau seperti ini diharamkan, hadir pun diharamkan, begitu pula menontonnya ketika tahu ada taruhan. Karena jika hadir, itu sama saja menyetujui pertandingan tersebut.
Adapun jika pertandingan tersebut tidak memakai taruhan dan tidak melalaikan dari kewajiban pada Allah yaitu kewajiban shalat, juga tidak ada hal terlarang seperti membuka aurat, bercampur antara laki-laki dan perempuan, dan tidak ada alat musik, maka tidaklah masalah dan tidak masalah menontonnya.
Moga Allah memberi taufik, semoga shalawat dan salam tercurahkan pada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya."
(Fatwa Al Lajnah Ad Daimah 15: 238, ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh, Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Syaikh Bakr bin ‘Abdillah Abu Zaid)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin ditanya mengenai hukum pertandingan sepakbola dengan menggunakan celana pendek dan bagaimana hukum menontonnya.

Jawab Syaikh rahimahullah,
Pertandingan sepakbola itu boleh selama tidak melalaikan dari yang wajib. Jika pertandingan semacam itu sampai melalaikan dari yang wajib, dihukumi haram. Jika sampai menyia-nyiakan mayoritas waktu dan aktivitasnya hanya sibuk dengan sepakbola, maka itu dibenci (makruh).
Adapun bila pertandingan sepakbola tersebut dengan celana pendek sehingga menampakkan paha, seperti itu tidak boleh. Yang tepat, setiap pemuda wajib menutup paha. Tidak boleh menonton sepakbola dalam keadaan pemainnya membuka pahanya.”
(Fatawa Islamiyyah, 4: 431).

Dua fatwa di atas dinukil dari Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 95280.
Moga Allah memberi hidayah pada kita untuk mengisi waktu-waktu kita dengan hal yang manfaat.

Selsai disusun di Panggang, Gunungkidul @ Darush Sholihin, malam 22 Safar 1436 H
Yang mencintaimu karena Allah: Muhammad Abduh Tuasikal
 http://rumaysho.com/umum/hukum-menonton-pertandingan-bola-9842

Akidah Macam Fir'aun

Berdasarkan fahaman Akidah yang haq, anda boleh pilih untuk percaya no.1 atau no.2 :

1. Musa عليه السلام yang berdusta
atau
2. Fir'aun yang berdusta ?
----------------------------
1. Ayat AlQuran "Allah di atas Arasy / Langit" yang berdusta
atau
2. Ostad TM Fouzy yang berdusta ?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
TM Fouzy kata, "Allah Wujud Tidak Bertempat" = http://youtu.be/SXzyFRZy9bw
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related Topic = Aqeedah TM Fouzy http://binsajen.blogspot.sg/2014/12/aqeedah-tm-fouzy.html 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related FB Posthttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1513167575625746&id=100007975548945&pnref=story
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Related Topic = Cerita Khurafat oleh pendusta terkenal = http://binsajen.blogspot.sg/2013/11/kapal-senget.html
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Saturday, December 13, 2014

Aqeedah TM Fouzy















https://www.facebook.com/video.php?v=1512549839020853 = "Jangan sampai anak-anak kita tidak mengenal Allah, Tuhan yang dia sembah, sampai dia berfikir-fikir, Tuhan kat Langit, Tuhan kat 'Arasy, Tuhan ada Kaki, ada Tangan... Na'udzubillahimindzaalik."
- Khutbah Juma'at
5 Dec 2014
Masjid Darul Makmur...

Ostad TM Fouzy .??!!
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Tiada yang serupa dengan Nya." - Surah 42:11, 112:4.

Orang yang sudah YAKIN dengan ayat di atas, tidak akan celupar berani menafikan Sifat Allah di atas 'Arasy / Langit dalam Surah 13:2, 20:5, 32:4, 25:59, 57:4, 67:16~17,

dan tidak akan celupar berani menafikan Sifat Tangan Allah dalam Surah 38:75, 39:67,
kecuali orang yang kena virus 'TIDAK YAKIN' dengan ayat Surah 42:11, 112:4 macam ostad Ghouse dan ostad Fouzy.

Sesiapa yang kenal rapat dengan Ostad Fouzy, harap kirim 4 Obat Aqeedah,

untuk penyakit mahZab Sufi Aqeedah Asy'ari yang menolak Aqeedah Syafii, tapi muka tembok mengaku mazHab Syafii.
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
4 Obat Aqeedah perihal Sifat Allah :

1. Tidak Tahrif (Ta'wil) = tidak merubah makna.
2. Tidak Ta'thil = tidak menafikan
3. Tidak Takyif = tidak bertanya bagaimana
4. Tidak Tamsil(Tasybih) = tidak menyerupakan dengan sesuatu
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tangan Allah :

"Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua TanganKu." [Surah 38:75]

"Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan Tangan kanan-Nya." [Surah 39:67]
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Imam Malik dan Sufyan AthSaury rahimahumullah :

"Perlakukanlah Sifat-Sifat Allah secara apa adanya dan JANGAN engkau persoalkan (jangan engkau tanyakan tentang bagaimana sifat itu).”
[Diriwayatkan oleh Imam Abu Bakar al-Khallal dalam Kitaabus Sunnah no. 313, al-Lalika-i no. 930. Lihat Fatawa Hamawiyyah Kubra hal. 303, cet. I, 1419 H oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, tahqiq Hamd bin ‘Abdil Muhsin at-Tuwaijiri dan Mukhtasharul ‘Uluww lil ‘Aliyyil Ghaffaar hal. 142 no. 134. Sanadnya shahih. Lihat Fat-hul Baari XIII/407]
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Imam AsySyafi'i rahimahullah :

"Aku beriman kepada Allah dan kepada apa-apa yang datang dari Allah sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya dan aku beriman kepada Rasulullah dan kepada apa-apa yang datang dari beliau, SESUAI dengan apa yang dimaksud oleh Rasulullah”

[Lihat Lum’atul I’tiqaad oleh Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi dan Syarahnya hal. 36 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, dan ar-Risalah al-Madaniyah hal. 27 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, tahqiq al-Walid bin ‘Abdir-rahman al-Furayyan]
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ibn Tamiyah rahimahullah :

"Manhaj Salaf dan para Imam Ahlus Sunnah mengimani Tauhid al-Asma’ wash Shifat dengan menetapkan apa-apa yang telah Allah tetapkan atas Diri-Nya dan telah ditetapkan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi-Nya, tanpa TAHRIF dan TA'THIL serta tanpa TAKYIF dan TAMTSIL.
Menetapkan tanpa Tamtsil, menyucikan tanpa Ta’thil, menetapkan semua Sifat-Sifat Allah dan menafikan persamaan Sifat-Sifat Allah dengan makhluk-Nya.”

[Lihat Syrahul ‘Aqiidah al-Waasithiyyah (I/86-102) oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, Aqiidah al-Waasithiyyah (hal 15-18) oleh Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, tahqiq Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz.]
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kaidah Aqeedah AhliSunnah =
http://almanhaj.or.id/content/3263/slash/0/tauhid-al-asma-wash-shifat-kaidah-tentang-sifat-sifat-allah-jalla-jalaluhu-menurut-ahlus-sunnah/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Virus 'TIDAK YAKIN' Ostad Ghouse =
http://binsajen.blogspot.sg/2014/03/penyakit-virus-tidak-yakin.html?m=1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Apakah ustaz anda termasuk golongan muka tembok yang mengaku Mazhab Syafi'i tapi Akidah Asy'ari ??

Kenapa tidak Akidah Syafi'i ??
Imam Syafi'i Failed subject Akidah eh ??


Muka Tembok =
http://binsajen.blogspot.sg/2014/11/golongan-muka-tembok.html
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Wednesday, December 10, 2014

Sekolah Sekular Vs Sekolah Agama.


Sekolah Sekular :
Mereka yang gagal dalam bidang sekular, kebiasaanya menjadi beban gejala sosial dalam batasan hukum sivil,

sementara yang berjaya dalam bidang sekular akan mendapat pengiktirafan yang relevan,
namun sangat rendah kemungkinan untuk mereka menjadi tukang korupsi agama.

Sekolah Agama :
Mereka yang gagal dalam bidang agama arus perdana (bid'ah), juga biasanya menjadi beban sosial,

sementara mereka yang berjaya dalam bidang agama arus perdana (bid'ah), akan mendapat lesen untuk menjadi tukang korupsi agama, sambil mengaup keuntungan lumayan,
dan keduanya besar kemungkinan menjadi ahli penipu yang dihormati, tanpa batasan hukuman sivil atau hukuman hudud untuk menyekat jenayah agama mereka yang lebih bahaya daripada penjenayah brengsek, mungkin akibat tidak pernah mendapat ilmu berbentuk amaran dari 4 Imam Mazhab perihal bahaya bid'ah, walaupun mereka muka tembok mengaku ikut 4 Mazhab.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ahli Penipu dihormati yang diberi lesen untuk korupsi agama =  http://binsajen.blogspot.sg/2014/10/asatizah-bertauliah.html 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`~~
"That my son accompanies a sinful and cunning scoundrel who is a Sunni is more beloved to me than that he accompanies a devoteful and worshipful Innovator (Ahli Bid'ah)."
[Sa'eed bin Jubair said, as occurs in al-Ibaanah of Ibn Battah no.89]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"That a servant meets Allaah with every sin except Shirk is better than meeting Him upon any one of the INNOVATED (BID'AH) beliefs"
[Imaam Asy-Shaafi'ee (204H) said, as reported by al-Bayhaqee in al-I'tiqaad p.158, Tarikh Dimashq p. 309, and al-Bidaayah wan-Nihaayah of Ibn Katheer 10/254]
AhliBid'ah are more evil and harmful =   http://www.manhaj.com/manhaj/articles/aiiyu-the-innovators-are-more-evil-and-harmful-than-the-sinners-and-disobedient.cfm 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Criminals Vs AhliBid'ah =  http://binsajen.blogspot.sg/2012/12/criminals-vs-ahli-bidah.html  
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Relate FB Posthttps://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1510140405928463&id=100007975548945